Tentu Anda sudah cukup familiar dengan alat musik rebana. Ya, rebana salah satu jenis alat musik ritmis yang menyerupai kendang namun dimensinya lebih tipis. Alat musik rebana dimainkan dengan cara? Rebana termasuk jenis alat musik perkusi yang cara memainkannya dengan dipukul atau ditepuk dengan menggunakan telapak tangan pada satu sisinya.

Saat memainkan rebana, pemain memosisikan diri duduk atau sambil berdiri. Memang dalam memainkan rebana membutuhkan stamina untuk menghasilkan bunyi yang nyaring. Rebana ini memainkan peran vital, dalam alat musik rebana. Alat musik ini sering Anda dengarkan ketika bulan Ramadhan. Bagaimana cara memainkan alat musik rebana? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut!

Tampilan Alat Musik Rebana

alat musik rebana

Alat musik rebana ini memang melekat dengan budaya Islam. Hal tersebut tentu beralasan mengingat alat musik ini sering digunakan untuk mengiringi syair-syair lagu islam. Bentuk rebana menyerupai kendang namun lebih pipih. Bentuk yang pipih tersebut juga memudahkan saat memainkannya baik berdiri maupun duduk.

Secara umum, rebana dibagi dalam dua jenis yakni rebana tradisional dan rebana modern. Rebana tradisional ini umumnya hanya terdiri dari kayu dan membran saja. Sementara rebana modern, terdiri dari membran dari kulit hewan dan simbal kecil yang dipasang mengelilingi rebana.

Untuk bunyinya sendiri, rebana bisa menghasilkan bunyi beragam tergantung dengan ukurannya.

Baca juga: 9 Alat Musik yang Berasal Dari Papua

Tips Memainkan Alat Musik Rebana

Memainkan Alat Musik Rebana

alat musik rebana dimainkan dengan cara tepuk atau pukul menggunakan telapak tangan. Jika Anda ingin belajar memainkan rebana, ada beberapa tips yang bisa Anda perhatikan. Berikut tips-tips memainkan rebana yang bisa Anda coba!

  1. Gunakanlah stamina saat memukul rebana dengan bijak, tidak berlebihan namun juga tidak terlalu lemah.
  2. Pukul membran rebana pada posisi yang tepat untuk mengurangi risiko
  3. Pilihlah rebana sesuai dengan ukuran tangan Anda. Jangan terlalu besar maupun terlalu kecil.
  4. Identifikasi suara dan ukuran rebana berdasarkan kebutuhan.

Bagi Anda yang benar-benar pertama kali belajar rebana, Anda bisa memulainya dengan mengenali suara-suara rebana terlebih dulu. Jika sudah bisa mengidentifikasi suara, Anda bisa berlatih teknik memukul dan berkolaborasi dengan pemain lainnya.

Sejarah Alat Musik Rebana

Sejarah Alat Musik Rebana
Sejarah Alat Musik Rebana

Instrumen rebana termasuk dalam salah satu alat musik tradisional dari Indonesia. Alat musik yang melekat dengan nuansa islami ini memang awalnya berasal dari Timur Tengah.

Namun seiring berjalannya waktu, alat musik rebana ini populer di negara-negara melayu, termasuk Indonesia, Brunei, Malaysia dan Singapura. Negara-negara tersebut menggunakan rebana sebagai pengiring musik hadroh, qasidah, gambus dan musik irama padang pasir lainnya.

Rebana sendiri ada beberapa jenisnya. Salah satunya adalah Rebana Ubi dari Malaysia. Rebana jenis ini mempunyai ukuran yang besar. Alat musik ini juga sering dimainkan dalam kesempatan tertentu, termasuk perayaan Idul fitri dan hari raya yang lainnya.

Di Indonesia sendiri, rebana menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Setiap perayaan hari besar Islam, alat musik rebana selalu menjadi pelengkapnya. Rebana menjadi instrumen yang selalu hadir menyemarakkan perayaan tersebut.

Hampir di sebagian besar wilayah Indonesia, rebana menjadi alat musik yang cukup populer, terlebih ketika bulan Ramadhan menjelma.

Fungsi Alat Musik Rebana

Rebana mempunyai fungsi untuk beberapa hal. Namun secara umum, rebana mempunyai fungsi untuk mengiringi musik hadroh dan musik qosidah. Rebana juga termasuk instrumen musik perkusi. Untuk menghasilkan bunyi, pemain rebana harus memukul atau menepuk bagian membrannya.

Rebana juga termasuk alat musik tradisional mengingat alat musik ini sudah ada sejak lama. Maka tidak mengherankan, jika alat musik ritmis ini masuk dalam jajaran alat musik legendaris.

Musik hadroh maupun qosidah banyak yang memainkan dalam beberapa kesempatan, seperti:

  • Acara pernikahan,
  • Acara syukuran
  • Acara peresmian tempat atau usaha
  • Acara keagamaan, seperti pengajian, perayaan hari besar dan yang lainnya.

Cara Memainkan Alat Musik Rebana

Alat musik rebana dimainkan dengan cara dipukul atau ditepuk menggunakan telapak tangan. Pemain memukul bagian membran rebana yang terbuat dari kulit hewan sapi, kerbau atau kambing. Namun ada juga rebana yang mempunyai membran terbuat dari plastik.

Bunyi rebana pun juga bervariasi. Ada yang bernada rendah dan bernada tinggi. Variasi bunyi rebana itu tergantung dari ukuran, teknik memukul hingga cara memainkan alat musik perkusi tersebut.

Meski terlihat sederhana, Anda tidak bisa memainkan rebana dengan asal memukul. Ada beberapa teknik dasar yang bisa Anda perhatikan ketika memainkan rebana. Adapun teknik bermain rebana adalah sebagai berikut:

  1. Usahakan menggunakan tenaga secukupnya, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut sesuai dengan irama atau lagu yang dimainkan.
  2. Pukul rebana pada posisi yang tepat agar menghasilkan suara yang nyaring dan menghindari terjadinya cedera.
  3. Pastikan Anda memegang rebana dengan kuat, agar tidak mudah terjatuh saat memainkannya.
  4. Kenali rebana serta bunyinya untuk mendapatkan suara rebana yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai permulaan, Anda bisa mencoba memukul rebana untuk mengenali bunyinya. Setelah itu, Anda bisa berlatih teknik memukul dengan memainkan lagu-lagu sederhana. Jika bermain dalam kelompok, Anda bisa memainkan pola bersahutan antar pemain lainnya.

Jenis-Jenis Alat Musik Rebana

Ada beberapa jenis alat musik rebana. Setiap jenis rebana tersebut mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai dengan kultur atau budaya tertentu. Adapun jenis-jenis rebana adalah sebagai berikut:

Rebana Biang

Rebana jenis ini mempunyai ukuran yang cukup besar. Asal alat musik ini dari Betawi yang mempunyai fungsi sebagai media hiburan dan media penyebaran agama Islam.

Rebana Hadroh

Cara memainkan rebana hadroh ini mirip dengan kendang. Jenis rebana ini terdiri dari 3 instrumen yakni Bawa, Ganjil, dan Gedug. Rebana ini mempunyai tugas sebagai pemimpin irama dan juga sebagai bass.

Rebana Dor

Jenis rebana ini mempunyai karakteristik pukulan yang tetap dari awal hingga akhir lagu. Rebana dor juga bisa berpadu dengan jenis rebana lainnya seperti rebana hadroh, rebana ketimpring maupun orkes hadroh.

Rebana Burdah

Rebana burdah awalnya berasal dari Mesir yang dikenalkan oleh imigran ke Betawi. Rebana ini hampir sama dengan rebana pada umumnya. Dinamakan sebagai rebana burdah karena grup yang mempopulerkan jenis rebana ini adalah Firqah Burdah Ba’mar.

Rebana Ketimpring

Ukuran rebana ini cukup kecil dibandingkan dengan jenis rebana yang lainnya. ukurannya berkisar 20 cm hingga 25 cm. Dalam satu grup rebana, biasanya terdiri dari 3 jenis rebana ketimpring. Fungsi rebana ini adalah sebagai komando lagu.

 Rebana Qasidah

Jenis rebana ini mungkin paling populer dibandingkan dengan jenis lainnya. Rebana kasidah merupakan rebana penyangga musik kasidah yang cukup populer di Indonesia. jenis rebana ini sering menjadi pengiring syair-syair motivasi maupun sholawat.

Baca juga: Cara Memainkan Alat Musik Kendang

Penutup

Rebana menjadi salah satu alat musik tradisional yang cukup melegenda di Indonesia. Alat musik ini memang melekat dengan nuansa Islami. Hal itu juga yang membuatnya banyak dikenal di kalangan masyarakat Indonesia yang sebagian besar pemeluk agama Islam. Rebana hingga saat ini masih tetap eksis dan sering ditampilkan dalam berbagai pertunjukkan. Alat musik rebana dimainkan dengan cara ditepuk bagian membrannya untuk menghasilkan bunyi yang nyaring.

Leave a Reply

Your email address will not be published