Duta Musik Salatiga Youtube – Bupati Boyolali M. Said Hidayat (tengah) bersama Duta Wisata Kabupaten Boyolali 2022 yang baru terpilih, Faiz Pribadi (kiri) dan Dina Putri Amelia (kanan). (Spesial)

BOYOLALI, – Setelah dua tahun absen karena pandemi Covid-19, Duta Wisata Boyolali 2022 resmi dilantik kembali oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali. 🇧🇷 Setelah melalui beberapa seleksi, akhirnya terpilihlah Duta Wisata Mas dan Mbak Kabupaten Boyolali Tahun 2022 pada malam grand final yang digelar Open Stage di Lor Alun Alun Kabupaten Boyolali, Senin (7/11/2022) malam.

Duta Musik Salatiga Youtube

Duta Musik Salatiga Youtube

Dalam pemilihan ini, Faiz Pribadi menyabet gelar Mas Boyolali menggantikan Jarot Dwiyanto, sedangkan Dina Putri Amelia menggantikan Intan Dyah Ayu Putri sebagai Miss Boyolali 2019.

Latihan Dasar Kepemimpinan Ldk Tahun 2021 Di Smp Negeri 1 Salatiga

Kepala Disporapar Kabupaten Boyolali, Supana mengatakan, dua pemenang Mas dan Mbak Boyolali Duta Pariwisata 2022 berhasil menyisihkan 130 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan seperti Boyolali, Musuk, Selo, Karanggede, Klego, Banyudono, Kemusu, Sambi, dan lainnya. , meraih 10 besar finalis putra dan 10 finalis putri dan menjadi pemenang.

“Peminatnya banyak, ada 130 peserta dan kami pilih 114 untuk administrasi dan karantina dan diadakan sesi, akhirnya malam ini ada 10 pasang Mas dan Mbak di Kabupaten Boyolali”, ujarnya usai acara.

Setelah dia, Mas dan Ny. Duta Wisata Boyolali 2022 merupakan salah satu langkah untuk mempromosikan dan memasarkan pariwisata di kota Susu. Di hadapan dewan juri, para finalis unjuk kebolehan dalam menjawab pertanyaan yang mencakup beberapa aspek. Ada aspek kepribadian, gambaran, pandangan hidup, cara pengembangan pariwisata di Boyolali, untuk pengetahuannya melihat isu-isu global yang sedang terjadi.

“Memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang agar mampu mewujudkan potensi dirinya dan akhirnya setelah terpilihnya Masdan Mbak Duta Pariwisata Boyolali dapat menjadi peluang untuk mempromosikan destinasi wisata di Boyolali,” ujarnya.

Dubes Ri Siap Angkat Potensi Jabar Di Prancis

“Peran massa menjadi penting ketika ada generasi sekuat malam muncul. Ini merupakan wujud bagaimana Boyolali mempersiapkan generasi SDM yang baik, hebat dan tangguh dalam upaya mengembangkan pariwisata di Kabupaten Boyolali,” ujar orang nomor satu di Kota Susu itu.

Selain mencari juara 1, 2, dan 3 Mas e Sra Duta Wisata Boyolali 2022, Anda juga bisa memilih kategori Persahabatan, Kepribadian, Berbusana Terbaik, Kecerdasan, dan Favorit. Untuk juara kedua diraih oleh Imam Adi Nugroho dan Merlin Widayanti, untuk juara ketiga diraih oleh Nova Eka Ardiasyah dan Gloriana Dwi K. Untuk kategori Persahabatan diberikan Wahyu Nur Iksan, kategori Kepribadian diberikan kepada Napal Maulana, Jenny. Yuen memenangkan Best Dressed dan Bellafina memenangkan Intelligence. Gabriela Huliselan dan Juara Favorit jatuh kepada Alyssa Berliana Queentina.

Diberi nama sesuai acara tersebut, Duta Wisata Kabupaten Boyolali Tahun 2022, Dina Putri Amelia, mengungkapkan kegembiraannya terpilih. Misinya adalah untuk mempromosikan dan memperkenalkan pariwisata di Kabupaten Boyolali.

Duta Musik Salatiga Youtube

“Saya ingin mempromosikan pariwisata di Boyolali, saya ingin mengenalkan lebih banyak tren wisata terkini di Boyolali,” ujar perempuan asal Kabupaten Musuk ini. (DB) Sites > Universitas Kristen Duta Wacana > berita > Cita Rasa Indonesia, Menjelajah Enam Kota Bersama GlobalEEs 2019

Rest Area Km 456 Seperti Mall Pendopo Salatiga Tol Semarang Solo Tempat Singgah Mudik

Universitas Kristen Duta Wacana (), bersama dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan Universitas Kristen Chang Jung, Taiwan, berpartisipasi dalam Global Education Experiences (GlobEEs) 2019. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa serta mengangkat global kesadaran dan mempromosikan pemahaman lintas budaya, pertama kali dilaksanakan pada tahun 2013. GlobeEEs 2018 di Taiwan menandai tahun untuk bergabung dengan program ini, memperkaya GlobalEEs dalam kerja sama trilateral. Bergabunglah bersama UKSW, tahun ini co-hosting GlobeEEs untuk menyambut peserta CJCU ke Indonesia.

GlobeEEs 2019 berfokus untuk membekali siswa dengan kompetensi lintas budaya melalui interaksi antara siswa dari latar belakang akademik, nasional, dan budaya yang berbeda. Mengusung tema “A Taste of Indonesia”, GlobEEs 2019 digelar di Salatiga, Solo, Yogyakarta, Malang, Madura, dan Surabaya pada 14-27 Agustus 2019. Selama program dua minggu ini, tujuh belas mahasiswa UKSW dan CJCU belajar dan bekerja sama pada kegiatan kelas dan ekstrakurikuler untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia.

Perjalanan “Cita Rasa Indonesia” diawali dengan kuliah budaya Indonesia yang diberikan oleh Theofrasus L.A. Litaay, S.H., LLM., Ph.D., Guru Besar Fakultas Hukum UKSW yang juga menjabat sebagai Deputy Senior Advisor V Bidang Pengkajian dan Pengawasan Isu Strategis Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Pelaksana Tugas Kemanusiaan Presiden Republik Indonesia. Dalam kuliah ini, peserta belajar tentang kekayaan budaya Indonesia sebagai negara terbesar di kepulauan dan populasi terbesar keempat di dunia, serta situasi dan isu terkini di bidang ekonomi, politik, dan teknologi.

Sebagai bagian dari budaya, musik Indonesia menunjukkan keragaman budayanya. Kuliah kedua memperkenalkan peserta GlobeEs dengan musik Indonesia. Pembicara kuliah ini, Dr. Agastya Rama Listya, MSM, Ph.D. yang menjabat sebagai Ketua Jurusan Musik dan Seni Pertunjukan di UKSW ini menjelaskan bahwa secara umum musik tradisional Indonesia terbagi menjadi dua kategori yaitu pentatonik dan diatonis. Gamelan adalah salah satu contoh musik pentatonik dari Bali dan Jawa. Dalam kuliah ini, peserta belajar tentang musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Menyanyikan lagu-lagu daerah seperti Anju Ahu, Gundul-Gundul Pacul, O Ina Ni Keke, Cik-cik Periook, Pileuleuyan dan Apuse membawa peserta melakukan perjalanan musik dari Sumatera hingga Papua. Pada sesi selanjutnya, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar memainkan gamelan.

Dua Mahasiswa Fs Iain Salatiga Raih Juara Ii Pom, Ilya :’kita Akan Terus Dorong Mahasiswa Ikuti Kejuaran Tingkat Lokal Hingga Internasional’

Menyambut hari kemerdekaan Indonesia, para peserta Globe ikut memeriahkan perayaan bersama mahasiswa internasional di UKSW. Mereka berpartisipasi dalam permainan dan kegiatan yang menyenangkan seperti lomba makan kue, balap kaki 3, balap karung, balap marmer, tarik tambang dan banyak lagi. Kegiatan ini membantu mahasiswa Taiwan lebih memahami Indonesia. Selain itu, selama akhir pekan, mereka menginap bersama keluarga Indonesia dalam program homestay untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat Indonesia.

Pendidikan menjadi topik lain yang dibahas dalam GlobEEs 2019. Kuliah Pendidikan Indonesia disampaikan oleh Priska Lydya S. Pulungan, S.Pd., M.M., Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan Kesehatan -SWCU yang sedang menempuh pendidikan S3. .d. Di Taiwan. Dalam kuliah ini, peserta belajar tentang sistem pendidikan Indonesia dan berdiskusi dalam kelompok mengenai perbedaan dan persamaan antara pendidikan di Indonesia dan Taiwan. Di akhir ceramah, masing-masing kelompok membagikan hasil diskusinya. Memahami pendidikan Indonesia juga membantu peserta mempersiapkan kunjungan sekolah nanti dalam program ini.

Menjelajahi suatu negara tidak lengkap tanpa mencicipi masakannya. Peserta GlobeEs tidak hanya diperkenalkan dengan masakan Indonesia, tetapi juga menyiapkan dua hidangan selama kelas memasak di restoran lokal di Salatiga. Dengan instruksi koki, setiap kelompok menyiapkan makanannya sendiri – nasi goreng dan sate.

Duta Musik Salatiga Youtube

Perjalanan sehari ke Solo menawarkan paparan lebih lanjut tentang budaya Indonesia – khususnya budaya Jawa, melalui kunjungan ke Pura Mangkunegaran. Para peserta Globes juga mengunjungi Museum Batik Danar Hadi dan mengikuti kelas seni di mana mereka belajar membatik. Melalui koleksi yang dimiliki museum ini, para peserta juga mengenal beberapa model batik, ciri khas dan perbedaan batik dari berbagai daerah seperti Solo, Jogja dan pesisir. Perjalanan ke Solo diakhiri dengan kunjungan ke De Tjolomadoe – bekas pabrik gula yang menjadi museum, cagar budaya dan pusat wisata.

Sah, Hasil Rapimda Dpd Ii Golkar Karanganyar Calonkan Ilyas Almadani Sebagai Calon Bupati Di Pilkada 2024

Memberikan kesempatan untuk berbagi tidak hanya pengetahuan tetapi juga nilai-nilai budaya dari negara asal mereka, hari terakhir di Salatiga adalah momen KKN dan Berbagi Budaya. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Sekolah Dasar Kristen Satya Wacana. Peserta GlobeEE dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok dikirim ke ruang kelas yang berbeda di mana mereka dapat berinteraksi dengan siswa sekolah dasar. Dengan bantuan peserta dari Indonesia, peserta CJCU berbagi tentang Taiwan dan mengadakan beberapa kegiatan untuk siswa sekolah dasar. Dalam Culture Sharing Performance, masing-masing universitas peserta menyiapkan performance tentang negaranya. “Pesta” diawali dengan tarian daerah dari berbagai penjuru Indonesia oleh peserta UKSW, dilanjutkan dengan mix lagu daerah Indonesia oleh peserta dan ditutup dengan lagu Taiwan oleh peserta CJCU.

Menuju Yogyakarta, pemberhentian pertama peserta Globe adalah Candi Borobudur – candi Budha terbesar di dunia. Di sini, peserta belajar tentang sejarah candi ini, serta struktur dan filosofi setiap tingkatannya. Dengan berjalan di candi yang indah ini, peserta dapat melihat dan mencoba memahami sejarah yang tergambar di dindingnya. Pemberhentian selanjutnya adalah Candi Prambanan – kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Tingginya tinggi sebagai ciri khas candi Hindu adalah tiga candi utama yang dipersembahkan untuk tiga dewa besar agama Hindu: Brahma, Wisnu dan Siwa, dan tiga candi kecil yang didedikasikan untuk hewan yang berfungsi sebagai kendaraan dewa-dewa tersebut. Sambil menjelajahi Candi Borobudur dan Prambanan, para peserta Globe juga dapat memperoleh wawasan tentang arsitektur Indonesia yang dipengaruhi oleh agama Buddha dan Hindu. Masih di kompleks Candi Prambanan, hari pertama jadwal Globe di Yogyakarta diakhiri dengan penampilan Sendratari Ramayana. Melalui pertunjukan teatrikal ini, para peserta tenggelam dalam seni tradisional, musik, tarian dan bercerita dan dapat mengasosiasikan apa yang telah mereka pelajari selama program GlobalEs.

Pada hari kedua di Yogyakarta, para peserta Globe diberikan materi tentang Arsitektur Nusantara. Kuliah diadakan di Pdt. Ruang Seminar Harun bersama Dr. -Eng. Gregory S.Wuryanto

Duta musik depok, big musik salatiga, jakarta musik duta merlin, duta suara musik, toko alat musik salatiga, duta musik, toko alat musik di salatiga, toko musik salatiga, duta wisata salatiga, duta musik salatiga

Leave a Reply

Your email address will not be published