Contoh Jumlah Fi Liyah Dan Ismiyah

Made Santika March 16, 2024

Dalam tata bahasa Arab, jumlah (jamak) memegang peranan penting dalam membentuk makna kalimat. Terdapat dua jenis jumlah utama: jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah. Memahami perbedaan dan penggunaan yang tepat dari kedua jenis jumlah ini sangat penting untuk menguasai bahasa Arab secara efektif.

Jumlah fi’liyah dan ismiyah tidak hanya memengaruhi bentuk kata, tetapi juga makna yang ingin disampaikan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang perbedaan, pengaruh, dan penggunaan jumlah fi’liyah dan ismiyah, dilengkapi dengan contoh-contoh praktis dan panduan penulisan yang komprehensif.

Definisi Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

Jumlah adalah bentuk kata yang menunjukkan jumlah suatu benda atau orang. Dalam bahasa Arab, terdapat dua jenis jumlah, yaitu jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah.

Jumlah fi’liyah adalah bentuk kata yang menunjukkan jumlah dengan menggunakan kata kerja (fi’il). Sedangkan jumlah ismiyah adalah bentuk kata yang menunjukkan jumlah dengan menggunakan kata benda (isim).

Perbedaan Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

  • Jumlah fi’liyah menggunakan kata kerja (fi’il), sedangkan jumlah ismiyah menggunakan kata benda (isim).
  • Jumlah fi’liyah menunjukkan jumlah yang sedang berlangsung, sedangkan jumlah ismiyah menunjukkan jumlah yang statis.
  • Jumlah fi’liyah dapat berubah bentuk sesuai dengan subjek, sedangkan jumlah ismiyah tidak.

Contoh Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

  • Jumlah fi’liyah: يَضْرِبُ الطُّلَّابُ الْكُرَةَ (para siswa memukul bola)
  • Jumlah ismiyah: ثَلاَثَةُ طُلَّابٍ يَضْرِبُونَ الْكُرَةَ (tiga siswa memukul bola)

Pengaruh Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah pada Makna Kalimat

contoh jumlah fi liyah dan ismiyah

Jumlah kata kerja (fi’liyah) dan kata benda (ismiyah) dalam sebuah kalimat dapat secara signifikan memengaruhi makna yang disampaikan. Umumnya, kalimat dengan jumlah fi’liyah lebih banyak cenderung lebih aktif dan dinamis, sedangkan kalimat dengan jumlah ismiyah lebih banyak cenderung lebih deskriptif dan statis.

Kalimat dengan Jumlah Fi’liyah yang Lebih Banyak

  • Kalimat-kalimat ini berfokus pada tindakan atau peristiwa yang sedang berlangsung.
  • Menciptakan kesan gerak dan urgensi.
  • Contoh: “Anak-anak berlarian di halaman, tertawa dan berteriak dengan gembira.”

Kalimat dengan Jumlah Ismiyah yang Lebih Banyak

  • Kalimat-kalimat ini berfokus pada keadaan atau deskripsi.
  • Menciptakan kesan yang lebih tenang dan statis.
  • Contoh: “Halaman belakang rumah itu luas dan hijau, dengan bunga-bunga bermekaran dan pohon-pohon yang menjulang tinggi.”

Contoh Kalimat dengan Jumlah yang Berbeda

Berikut adalah contoh kalimat dengan jumlah fi’liyah dan ismiyah yang berbeda:

Jumlah Fi’liyah Jumlah Ismiyah Kalimat Makna
1 4 “Halaman rumah itu luas.” Deskripsi statis halaman rumah.
2 3 “Anak-anak bermain di halaman.” Tindakan anak-anak yang sedang bermain di halaman.
3 2 “Anak-anak berlarian dan tertawa di halaman.” Tindakan anak-anak yang sedang berlarian dan tertawa di halaman.

Dari contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa jumlah fi’liyah dan ismiyah dalam sebuah kalimat dapat memengaruhi makna yang disampaikan, baik secara aktif maupun deskriptif.

Tata Cara Penulisan Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

Jumlah fi’liyah dan ismiyah merupakan jenis jumlah dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menyatakan bilangan. Penulisan kedua jenis jumlah ini memiliki aturan tersendiri yang perlu dipahami agar dapat digunakan dengan tepat.

Aturan Penulisan Jumlah Fi’liyah

  • Untuk bilangan 1-10, jumlah fi’liyah ditulis sama dengan bentuk aslinya.
  • Untuk bilangan 11-99, jumlah fi’liyah ditulis dengan mengulang bilangan tersebut sebanyak dua kali.
  • Untuk bilangan 100-999, jumlah fi’liyah ditulis dengan menambahkan akhiran “mi’ah” pada bilangan tersebut.
  • Untuk bilangan 1.000-999.999, jumlah fi’liyah ditulis dengan menambahkan akhiran “alf” pada bilangan tersebut.

Aturan Penulisan Jumlah Ismiyah

  • Untuk bilangan 1-10, jumlah ismiyah ditulis sama dengan bentuk aslinya.
  • Untuk bilangan 11-99, jumlah ismiyah ditulis dengan mengulang bilangan tersebut sebanyak dua kali, tetapi dengan bentuk mutsanna.
  • Untuk bilangan 100-999, jumlah ismiyah ditulis dengan menambahkan akhiran “ma’ah” pada bilangan tersebut.
  • Untuk bilangan 1.000-999.999, jumlah ismiyah ditulis dengan menambahkan akhiran “alaf” pada bilangan tersebut.

Berikut adalah tabel yang merangkum aturan penulisan jumlah fi’liyah dan ismiyah:

Bilangan Jumlah Fi’liyah Jumlah Ismiyah
1 واحد واحد
2 اثنان اثنان
10 عشرة عشرة
11 احد عشر احد عشر
20 عشرون عشرون
100 مائة مائة
1.000 الف الف

Contoh Penggunaan Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

Jumlah fi’liyah dan ismiyah merupakan dua jenis jumlah dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menunjukkan jumlah subjek dan objek dalam kalimat.

Contoh Jumlah Fi’liyah

  • جاءَ الطَّلَبَةُ (Ja’a ath-thalabah): Para siswa datang (jumlah fi’liyah karena subjeknya berupa kata kerja)
  • ضَرَبَتْ الْمُعَلِّمَةُ التَّلَامِيذَ (Dharabat al-mu’allimah at-tullamiidza): Guru perempuan memukul para siswa (jumlah fi’liyah karena subjeknya berupa kata kerja)

Contoh Jumlah Ismiyah

  • هَذَا كِتَابٌ (Haadzaa kitaabun): Ini adalah sebuah buku (jumlah ismiyah karena subjeknya berupa kata benda)
  • تِلْكَ الْمَسَاجِدُ (Tilka al-masaaajidu): Itu adalah masjid-masjid (jumlah ismiyah karena subjeknya berupa kata benda)

Tips untuk Membedakan Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

blank

Jumlah fi’liyah dan ismiyah adalah dua konsep penting dalam tata bahasa Arab. Jumlah fi’liyah menunjukkan suatu tindakan atau keadaan, sedangkan jumlah ismiyah menunjukkan suatu benda atau kualitas. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu membedakan antara kedua jenis jumlah ini:

Cara Membedakan Jumlah Fi’liyah dan Ismiyah

  1. Lihat kata kerjanya. Kata kerja pada jumlah fi’liyah biasanya berakhiran dengan huruf ه (ha) atau ت (ta), sedangkan kata kerja pada jumlah ismiyah tidak berakhiran dengan huruf-huruf tersebut.
  2. Lihat subjeknya. Subjek pada jumlah fi’liyah biasanya berupa kata ganti orang, sedangkan subjek pada jumlah ismiyah biasanya berupa kata benda.
  3. Lihat predikatnya. Predikat pada jumlah fi’liyah biasanya berupa kata kerja, sedangkan predikat pada jumlah ismiyah biasanya berupa kata sifat atau kata benda.
  4. Lihat konteksnya. Konteks kalimat juga dapat membantu membedakan antara jumlah fi’liyah dan ismiyah. Jumlah fi’liyah biasanya digunakan untuk menyatakan suatu tindakan atau kejadian yang terjadi di masa sekarang atau masa depan, sedangkan jumlah ismiyah biasanya digunakan untuk menyatakan suatu keadaan atau kualitas yang bersifat permanen.

Penutup

contoh jumlah fi liyah dan ismiyah terbaru

Memahami jumlah fi’liyah dan ismiyah sangat penting untuk membentuk kalimat yang jelas dan efektif dalam bahasa Arab. Dengan menerapkan aturan penulisan yang tepat dan memperhatikan konteks kalimat, kita dapat menyampaikan pesan secara akurat dan menghindari kesalahpahaman. Panduan ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk menggunakan kedua jenis jumlah ini dengan percaya diri, sehingga memperkaya keterampilan bahasa Arab kita.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa perbedaan utama antara jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah?

Jumlah fi’liyah digunakan untuk menunjukkan jamak dari kata benda yang merujuk pada orang atau hewan, sedangkan jumlah ismiyah digunakan untuk menunjukkan jamak dari kata benda yang merujuk pada benda mati atau konsep abstrak.

Bagaimana jumlah fi’liyah dan ismiyah memengaruhi makna kalimat?

Jumlah fi’liyah menunjukkan tindakan atau keadaan yang dilakukan oleh banyak orang atau hewan, sedangkan jumlah ismiyah menunjukkan sekumpulan benda atau konsep abstrak.

Apa saja aturan penulisan jumlah fi’liyah dan jumlah ismiyah?

Jumlah fi’liyah dibentuk dengan menambahkan akhiran -ūn untuk bentuk maskulin dan -āt untuk bentuk feminin. Jumlah ismiyah dibentuk dengan menambahkan akhiran -īn untuk bentuk maskulin dan -āt untuk bentuk feminin.

blank

Made Santika

Berbagi banyak hal terkait teknologi termasuk Internet, App & Website.

Leave a Comment

Artikel Terkait