Contoh Nasikh Mansukh Dalam Al Qur An

Made Santika March 18, 2024

Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, merupakan kumpulan wahyu yang diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad selama 23 tahun. Proses pewahyuan ini memunculkan konsep naskh dan mansukh, yaitu perubahan atau pembaruan ajaran-ajaran sebelumnya dengan ajaran-ajaran baru. Memahami konsep ini sangat penting untuk menafsirkan Al-Qur’an secara komprehensif dan menghindari kesalahpahaman.

Dalam konteks ini, naskh mengacu pada penggantian atau pembatalan suatu ayat Al-Qur’an oleh ayat lain yang diturunkan kemudian. Ayat yang dibatalkan disebut mansukh, sedangkan ayat yang membatalkan disebut nasikh.

Pengertian Naskh dan Mansukh

contoh nasikh mansukh dalam al qur an

Naskh dan mansukh merupakan konsep dalam ilmu tafsir Al-Qur’an yang merujuk pada penggantian suatu hukum atau ayat dalam Al-Qur’an dengan hukum atau ayat yang lain.

Dalam istilah teknis, naskh berarti pencabutan suatu hukum atau ayat, sedangkan mansukh adalah hukum atau ayat yang mencabut hukum atau ayat sebelumnya.

Ayat yang Dinaskh

  • Ayat yang mewajibkan shalat menghadap ke Baitul Maqdis (QS. Al-Baqarah: 144)
  • Ayat yang membolehkan meminum khamr (QS. An-Nahl: 67)

Ayat yang Mansukh

  • Ayat yang mewajibkan shalat menghadap ke Ka’bah (QS. Al-Baqarah: 149)
  • Ayat yang mengharamkan meminum khamr (QS. Al-Maidah: 90)

Jenis-jenis Naskh

Naskh dalam Al-Qur’an terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Naskh Mutlak

Naskh mutlak adalah penghapusan hukum atau ayat Al-Qur’an secara keseluruhan oleh ayat atau hukum yang datang kemudian. Ayat atau hukum yang dihapus tidak lagi berlaku dan tidak boleh diamalkan.

Naskh Mahfud

Naskh mahfud adalah penghapusan sebagian isi ayat atau hukum Al-Qur’an oleh ayat atau hukum yang datang kemudian. Sebagian isi ayat atau hukum yang dihapus tidak lagi berlaku, sementara sebagian lainnya tetap berlaku.

Naskh Istitsna

Naskh istitsna adalah penghapusan hukum atau ayat Al-Qur’an secara umum, tetapi dengan pengecualian tertentu. Artinya, hukum atau ayat yang dihapus tetap berlaku dalam kondisi atau situasi tertentu yang dikecualikan.

Dampak Naskh dan Mansukh

contoh nasikh mansukh dalam al qur an terbaru

Naskh dan mansukh memiliki dampak yang signifikan pada hukum dan ajaran Islam. Naskh dapat mengubah atau memperbarui ajaran sebelumnya, sehingga membentuk pemahaman dan praktik Islam yang terus berkembang.

Perubahan Hukum dan Ajaran

  • Naskh dapat mengubah ketentuan hukum yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, ayat Al-Baqarah: 187 yang mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan menasakh ayat Al-Baqarah: 183 yang memperbolehkan berpuasa di hari-hari lain.
  • Naskh juga dapat memperbarui ajaran-ajaran agama, seperti yang terlihat dalam ayat Al-Ahzab: 53 yang membatasi jumlah istri menjadi empat, menasakh ayat Al-Nisa: 3 yang memperbolehkan poligami tanpa batas.

Penyesuaian dengan Kebutuhan Waktu

Naskh memungkinkan ajaran Islam untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan waktu dan keadaan yang berubah. Melalui proses ini, hukum dan ajaran Islam dapat tetap relevan dan sesuai dengan kondisi masyarakat yang terus berkembang.

Pemahaman yang Berkembang

Naskh dan mansukh berkontribusi pada pemahaman yang terus berkembang tentang Islam. Dengan mengidentifikasi ayat-ayat yang telah diubah atau diperbarui, umat Islam dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang evolusi ajaran agama mereka.

Metodologi Identifikasi Naskh dan Mansukh

Metodologi identifikasi naskh dan mansukh dalam Al-Qur’an merupakan proses menentukan apakah suatu ayat telah dibatalkan atau diubah oleh ayat lain. Proses ini melibatkan langkah-langkah dan kriteria yang sistematis untuk memastikan keaslian dan keutuhan teks Al-Qur’an.

Langkah-langkah Identifikasi

  1. Membandingkan Ayat: Bandingkan ayat yang diduga naskh dengan ayat lain yang dianggap mansukh. Identifikasi kesamaan dan perbedaan dalam hal topik, perintah, dan hukum.
  2. Menentukan Alasan: Cari alasan atau indikasi mengapa satu ayat mungkin membatalkan atau mengubah ayat lainnya. Ini dapat mencakup alasan historis, perkembangan wahyu, atau perubahan keadaan.
  3. Memeriksa Konteks: Pertimbangkan konteks kedua ayat, termasuk urutan penurunannya (asbabun nuzul), tujuan, dan dampaknya pada hukum atau ajaran Islam.
  4. Menetapkan Batasan: Tentukan batasan dan ruang lingkup pencabutan atau perubahan. Identifikasi ayat atau bagian tertentu yang terkena dampak dan sejauh mana ayat tersebut diubah.
  5. Memastikan Keaslian: Verifikasi keaslian dan keakuratan kedua ayat melalui metode tafsir dan ilmu-ilmu Al-Qur’an yang diakui.

Kriteria Penentuan

  • Konflik yang Jelas: Kedua ayat menunjukkan kontradiksi atau perbedaan yang tidak dapat didamaikan dalam hal hukum atau ajaran.
  • Ayat Khusus: Ayat yang dianggap mansukh biasanya lebih khusus atau terbatas dalam penerapannya dibandingkan dengan ayat naskh.
  • Ayat Umum: Ayat naskh cenderung lebih umum atau komprehensif, memberikan aturan atau prinsip yang lebih luas.
  • Urutan Kronologis: Ayat naskh biasanya diturunkan setelah ayat mansukh, menunjukkan perubahan atau pencabutan hukum.
  • Bukti Eksternal: Terkadang, hadits atau sumber eksternal lainnya dapat memberikan bukti atau konfirmasi tentang pencabutan atau perubahan ayat.

Peran Naskh dan Mansukh dalam Pemahaman Al-Qur’an

blank

Naskh dan mansukh merupakan konsep penting dalam memahami Al-Qur’an secara komprehensif. Naskh merujuk pada penggantian suatu ayat atau hukum dengan ayat atau hukum lain yang datang kemudian. Sementara mansukh adalah ayat atau hukum yang telah dihapus atau diganti.

Memahami naskh dan mansukh sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan penafsiran yang salah terhadap Al-Qur’an. Hal ini karena ayat-ayat yang telah dihapus atau diganti mungkin tidak lagi berlaku dan dapat menimbulkan kebingungan jika tidak dipahami dengan benar.

Jenis Naskh

Terdapat beberapa jenis naskh, di antaranya:

  • Naskh hukum: Penggantian suatu hukum dengan hukum lain yang lebih kuat atau komprehensif.
  • Naskh bacaan: Penggantian bacaan suatu ayat dengan bacaan lain yang lebih sahih.

Tujuan Naskh

Naskh memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  • Menghapus hukum atau ayat yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman atau kebutuhan masyarakat.
  • Menyempurnakan hukum atau ayat yang sebelumnya masih belum lengkap atau kurang jelas.
  • Memperbarui ajaran Islam sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Cara Mengenali Naskh

Terdapat beberapa cara untuk mengenali naskh, di antaranya:

  • Melalui pernyataan eksplisit dalam Al-Qur’an atau hadis.
  • Melalui penafsiran ulama dan ahli tafsir.
  • Melalui analisis konteks dan kronologi ayat-ayat.

Kesimpulan

contoh nasikh mansukh dalam al qur an

Konsep naskh dan mansukh memainkan peran penting dalam pemahaman Al-Qur’an. Dengan memahami perubahan dan pembaruan ajaran-ajaran Islam melalui proses ini, kita dapat menghindari penafsiran yang keliru dan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang pesan-pesan Allah SWT.

Ringkasan FAQ

Apa saja contoh naskh dan mansukh dalam Al-Qur’an?

Salah satu contoh naskh adalah ayat tentang arah kiblat. Awalnya, umat Islam menghadap Baitul Maqdis (Yerusalem) ketika shalat, tetapi kemudian ayat baru diturunkan yang memerintahkan mereka menghadap Ka’bah di Mekah.

Apa dampak naskh dan mansukh pada hukum Islam?

Naskh dapat mengubah atau memperbarui hukum-hukum Islam. Misalnya, ayat yang mewajibkan hukuman potong tangan bagi pencuri kemudian dinaskh oleh ayat yang menggantinya dengan hukuman cambuk.

Bagaimana cara mengidentifikasi ayat yang dinaskh dan mansukh?

Para ulama menggunakan berbagai metode untuk mengidentifikasi naskh dan mansukh, termasuk analisis bahasa, konteks historis, dan kesepakatan di antara para ahli tafsir.

blank

Made Santika

Berbagi banyak hal terkait teknologi termasuk Internet, App & Website.

Leave a Comment

Artikel Terkait